Minggu, 12 Februari 2012

Kesalahan Maskapai, Pekerjakan Pilot Muda dan Pramugari Seksi yang Diupah Murah

Secara kualitas, pilot dan pramugari maskapai swasta masih berada di bawah Garuda Indonesia. Untuk lulus menjadi pramugari, para calon pelamar hanya cukup berasal dari lulusan sekolah menengah atas. Itu yang dikatakan Diva, pramugari maskapai swasta seperti yang dikutip dari Tempo, Sabtu (11/2). Hampir tiap hari Senin sekitar pukul 09.00 WIB, kata Diva, beberapa maskapai swasta menerima walk interview dari para calon pramugari. Umumnya tes tersebut dilakukan hanya satu pecan saja. Sehingga boleh dibilang, tes tersebut tidak layak administrasi. Yang mengejutkan, tes pramugari itu hanya mengambil perempuan yang memiliki body seksi.
"Mereka cuma diwajibkan menjalani sejumlah tes masuk selama satu pekan saja. Asal body oke, mereka bisa lolos. Padahal standar untuk jadi pramugari harus lulusan sarjana dan menjalani sederet tes, seperti di Garuda," cerita Diva.
Sedangkan untuk pengemudi pesawat, banyak maskapai swasta justru berani mengambil pilot-pilot muda. Rata-rata pilot muda itu berstatus kopilot di penerbangan besar, seperti Garuda. Kata Diva, para kopilot itu ketika berpindah maskapai, otomatis posisi mereka langsung naik menjadi pilot atau pilot senior. Padahal, untuk mencapai posisi pilot senior, seseorang harus memiliki jam terbang tinggi dan pengalaman nan matang.
"Kalau di maskapai swasta, pilotnya masih muda. Umur 25 tahun sudah jadi pilot senior," umbarnya.
Apa yang dilakukan maskapai swasta tersebut, lanjut Diva, merupakan kebijakan manajemen untuk melakukan pengetatan biaya. Dengan mengambil pilot muda, mereka sudah mengerem biaya tinggi. Sebab pilot muda tidak butuh pengeluaran banyak.
Tak hanya itu, untuk buku panduan penerbangan manual atau flight attendant manual yang digunakan para kru pesawat, pihak managemen juga melakukan pengetatan. Lucunya, buku tersebut bukan khusus dikeluarkan manajemen maskapai terkait, tapi menyalin dari buku panduan milik Garuda Indonesia. "Buku saja mereka mengopi, pelit banget kan!" ujarnya.
Melihat seluruh rangkaian itu, Diva pun menyalahkan pihak manajemen yang tidak profesional dalam mengelola maskapai. Menurut dia, selama ini maskapai swasta hanya mengambil untung saja. Sehingga wajar jika banyak pilot dan pramugari yang kemudian mengeluhkan beban kerja yang tinggi, sementara upah di bawah standard. Dari situlah, mereka kemudian mencari hiburan lain, seperti terjun ke dunia narkoba.
Jika maskapai merekrut tenaga kerja dengan kualitas bagus dan mengupahnya secara wajar, tambah Diva, tentu kecil kemungkinan kru penerbang melarikan diri ke narkoba. "Tidak bisa pilot saja yang disalahkan, manajemen juga ikut bersalah," pungkasnya.*

http://www.lensaindonesia.com/2012/0...pah-murah.html

moises 12 Feb, 2012

Mr. X 13 Feb, 2012


-
Source: http://andinewsonline.blogspot.com/2012/02/kesalahan-maskapai-pekerjakan-pilot.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar